PENANGANAN FENOMENA PENGGUNAAN SEPEDA MOTOR OLEH
PELAJAR ATAU ANAK USIA DI BAWAH UMUR
Oleh :
INDRAWADI, S.Si, MAP
Kepala Seksi Penyusunan Rencana dan Program
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Kondisi Pendidikan di Bangka Belitung secara umum untuk saat ini sebenarnya sudah cukup baik dan tingkat keterlayanan penduduk untuk pendidikan sudah cukup bagus. Namun memang harus disadari bahwa ternyata masih terdapat pemukiman yang letaknya jauh dari sekolah. Hal ini terjadi karena adanya pengembangan pemukiman baru, pemukiman yang ada tidak efektif untuk dibangun sekolah baru, kemampuan keuangan pemerintah terbatas, dan lain-lain.
Umumnya dalam membangun unit sekolah baru harus mempertimbangkan jarak pemukiman siswa ke sekolah, jumlah calon siswa, serta potensi pengembangan wilayah pemukinan. Dari hasil pertimbangan inilah yang menyebabkan masih ada sekolah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman. Ini sangat umum terjadi di wilayah Bangka Belitung, terutama di daerah pulau-pulau kecil dan terpencil.
Sekolah diletakkan di tengah pemukiman yang bertujuan untuk
melayani masyarakat di 5 (lima) pemukiman. Jarak sekolah dari salah satu
pemukiman sangat memungkinkan cukup jauh, bahkan diatas 5 km sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan. Hal ini
umumnya terjadi untuk jenjang pendidikan SMP sederajat dan SMA sederajat.
Mengingat
angkutan umum yang melewati pemukiman dan sekolah tersebut sangat jarang dan
tidak layak, atau bahkan tidak tersedia, menyebabkan sebagian siswa harus
berjalan kaki ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh sehingga kejadian sering
terlambat ke sekolah, ada anak sekolah yang hingga sore hari harus menunggu
kendaraan di pinggir jalan untuk pulang. Tidak jarang, mereka memanfaatkan truk
atau berdesak-desakan di mobil pick up walaupun sangat membahayakan anak itu
sendiri.